Peran gender dalam keluarga Indonesia selama ini telah menjadi topik yang menarik untuk dibahas. Gender memainkan peran penting dalam menentukan tugas dan tanggung jawab anggota keluarga, baik itu laki-laki maupun perempuan. Namun, apakah peran gender ini masih relevan dalam dinamika keluarga Indonesia saat ini?

Menurut Prof. Dr. Srie Muljani, seorang pakar gender dari Universitas Indonesia, peran gender dalam keluarga Indonesia masih sangat kuat. “Peran gender tidak hanya terbatas pada pembagian tugas domestik antara laki-laki dan perempuan, tapi juga meliputi aspek-aspek lain seperti pengambilan keputusan, pemenuhan kebutuhan keluarga, dan pengasuhan anak,” ujar Prof. Srie.

Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa peran gender ini seringkali menjadi sumber konflik dalam keluarga. Banyak perempuan yang merasa terbebani dengan tuntutan untuk memenuhi ekspektasi sebagai ibu rumah tangga yang harus mengurus rumah tangga dan anak-anak, sementara laki-laki diharapkan menjadi tulang punggung keluarga yang harus mencari nafkah.

Menurut survei yang dilakukan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, sekitar 60% perempuan Indonesia masih melakukan pekerjaan rumah tangga lebih dari 8 jam sehari, sementara hanya 20% laki-laki yang membantu dalam pekerjaan rumah tangga. Hal ini menunjukkan bahwa peran gender dalam keluarga Indonesia masih belum seimbang.

Namun, tidak semua orang sepakat dengan pandangan tersebut. Menurut Dr. Raden Ajeng Koesoemo Roekijah, seorang ahli psikologi keluarga, peran gender dalam keluarga seharusnya bersifat fleksibel dan tidak terpaku pada stereotip gender tradisional. “Keluarga Indonesia harus mampu mengadopsi pola pikir baru yang lebih inklusif dan menghargai kontribusi setiap anggota keluarga tanpa memandang jenis kelamin,” ujar Dr. Raden Ajeng.

Dengan demikian, peran gender dalam keluarga Indonesia perlu diperbaharui agar lebih sejalan dengan perkembangan zaman dan nilai-nilai keadilan gender. Keluarga yang mampu memahami dan menghargai peran gender dengan bijak akan mampu menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis dan berdaya.

More about: